KUMPULAN PUISI KAMI


AKU PADA MU

                                                                 By: Atika and Meyla
Ku tahu ku kotor                                                        
Tapi ku yakin airmu mampu bersihkanku....                  
Ku tahu ku layu                                                      
Tapi ku yakin bungamu semangatkanku....                            
Ku tahu ku keruh
 Tapi ku yakin sejukmu segarkanku
Ku tahu ku gelap
Tapi ku yakin lampumu terangkanku....  
    Karena ku tahu
    Engkau adalah bunga merah hidupku , rapikan pondasi hidupku...
    Kau terangi mimpiku dengan angin merdumu...
    Kau pancarkan semangatku dengan nasehat indahmu...                        
           Dan ku lihat kamu..
           Ku kenal kamu...
           Ku nilai kamu....
           Kau tumbuhan  rumput hijau yang ada dihatiku
           Tak ada duri  yang melukai hatiku
           Tak ada lumut atau jamur yang menghapus kamu
Ku tanya pada semut “SIAPA AKU BUAT DIA?”
“KAU BAGAI BATU BUATNYA”
Ku tanya pada kupu-kupu “SIAPA AKU BUAT DIA?”
“KAU BAGAI DAUN COKLAT NAN LAYU UNTUKNYA”
         Tapi..... Kesetiaan ku untuk mu bagaikan
        Tanah yang subur dan indahnya langit sore..
Dan semangatku  untukmu....
Bagai terik matahari membakar rasa maluku.... “AKU PADA MU”.

Bunda

Karya : Rabi’ah
Ulvin

Bunda .....
Hatimu hangat bagai mentari
Di senja langit merah
Senyum indahmu bagai bunga mekar di pagi hari
Kasih sayangmu tersusun rapi diantara tutur bait-bait katamu
Dirimu adalah lampu penerang kehidupan
Namun semuanya telah sirna
Hilang ditelan mentari orange
Menjadi sebuah pancuran kehidupan yang kelam

Disaat tak ada lagi yang menghargaimu
Hatimu rapuh dan hancur
Seperti dedaunan kuning dan coklat di musim gugur
Aku terdiam melihat kalian
Melihat kalian yang tak memperdulikan bunda
Mengapa kalian anggap bunda seperti semut-semut kecil?
Yang bias kalian injak-injak sesuka kalian
Mengapa kalian menganggap bunda seperti jamur pengganggu?
Jamur pengganggu yang siap kalian musnahkan

Hati kalian kotor dan keruh karena dipenuhi lumut-lumut kebencian
Kalian bagai duri-duri kecil yang amat menyakitkan
Angin tak dapat menggoyahkan hati kalian
Hati kalian keras seperti batu
Nasehat-nasehat bunda bagai air yang mengalir deras
Yang tak dapat membawa tanah bersamanya

Bunda .....
Kini kau layaknya padang rumput hijau yang sejuk
Tapi tak dapat ditumbuhi satu tanaman pun…..

0102150031.jpgORANGE YANG PUDAR


 BY : citha & uswatun

ku menerawang menembus lorong waktu
Kembali pada indah yang kini tak lagi mampu kuraih
Yang dulunya sejuk mampu mendekap kalbuku
Hijaunya daun mampu memanah retina mataku
Air kebahagiaan mampu menenangkan sanu bariku
Dan bunga asa mampu menjadi laksana lentera dalam kegelapa hidupku
Tapi kini….
Air kebahagiaan itu menjadi keruh
Semua asa melayang seperti abu yang diterbangkan angin
Seperti pancuran darah merah yang ternodai oleh keangkuhan ku
Ini salahku,….
Yang selalu memandang semuanya seperti semut
Sedang hatiku seperti batu
Hingga aku hanya bisa
Menjadi tumbuhan parasit
Menjadi lumut yang kotor
Menjadi coklat yang cair
Menjadi tanah yang gersang
Dan aku menyesal telah menjadi jamur yang membawa racun
Ya tuhan….
Rapikanlah langkah hidupku
Agar aku menjadi mentari sore yang kuning keemasan
Bukan duri yang membawa kepedihan





0 Response to "KUMPULAN PUISI KAMI"

Poskan Komentar

My Blog List

CIDHO

CIDHO

WAKTU SANGAT BERHARGA

Blogger Tricks

Blogger Themes


kasi maem

like this

Pages

http://sucitaarfa.blogspot.com/
Diberdayakan oleh Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Mengenai Saya

Foto saya
masalh bukan untuk dipikirkan, tapi untuk diselesaikan.. saya adalah saya, dan kamu adalah kamu saya & kamu berbeda ^_^

Featured Posts Coolbthemes